Raka (Samuel Zyglwyn), Topan (Adipati) sangat mencintai Chanisa (Stevanie Nepa) dan Helen (Leylarey Lesesne), empat remaja yang disatukan oleh nasib, mengekspresikan cinta dengan caranya sendiri, dan hidup dengan gayanya yang bebas, sehingga mereka begitu menghargai nilai cinta yang sejati, juga persahabatan.
“Horor menemukan Seorang ibu”
Thriller versi Indonesia?! Jangan mengerutkan kening dan memiringkan kepala sambil underestimate saat mendengar ada sutradara lokal membuat film bertema thrill. Bagi yang tidak familiar dengan nama Mo Brothers, memang tidak bisa disalahkan, karena dua sutradara muda ini, Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto, baru saja memulai debutnya di kancah film tanah air. Debut pertama mereka, dalam dunia perfileman local, adalah sebuah short movie berjudul “Dara”. Short Movie ini di-release bersama dengan 5 short movies lainnya dengan judul TAKUT – Faces of Fear.
Harus diakui, selama beberapa tahun terakhir, ip man adalah film mandarin terbaik yang saya tonton. Saya memang tidak terlalu menggebu-gebu menantikan sekuel dari film ip man yang pertama. Namun begitu saya melihat trailer dari ip man 2, saya meyakini, bahwa ini akan menjadi film menarik yang ditelurkan dengan bahasa mandarin. Setidaknya masih jauh lebih baik daripada film-film mandarin lainnya yang saya lihat belakangan ini. Apa yang membuat ip man bisa lebih baik daripada film mandarin lainnya? Dasar ceritanya yang merupakan based on true story membuat film ini begitu layak tonton, dan tokohnya sendiri adalah seorang tokoh legendaris yang merupakan guru daripada Bruce Lee. Dengan dasar cerita yang sudah bagus dan merupakan kisah nyata, membuat film ini menjadi seru dan menarik. Namun apabila harus menilai mana yang lebih baik, harus saya akui, bahwa ip man 1 masih lebih baik daripada ip man 2, apabila di lihat dari sisi plot cerita. Ip Man 1 lebih terasa emosi nya daripada ip man 2 ini, pada sekuelnya ini ip man 2 terasa lebih santai dan menghibur, meskipun ip man 1 juga tidak kalah menghibur. Dan dengar-dengar akan keluar lagi episode 3 nya dan ada yang bilang akan lebih tidak serius lagi. Yah kita lihat saja nanti.
Sudah lama tidak melihat sepak terjang sang pendekar rajawali? Yoko! Yap, Andy Lau kini membintangi film baru tentang polisi di masa depan. Dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya saya kecewa dengan film mandarin terbaru ini. Mengapa? Banyak faktor, 1. Plot cerita yang sangat biasa-biasa saja, 2. Special effect yang begitu-begitu saja, dan kurang diasah dengan baik, dan yang terburuk adalah yang ke 3. Perubahan wujud Andy Lau yang mungkin seharusnya sang produser atau sutradara kira keren, justru menurut saya sangat konyol dan patut ditertawakan. Mengapa harus menampilkan wajah disaat Andy berubah menjadi robot? Bahkan Robocop yang merupakan film tahun 90an terlihat lebih baik dari ini. Dan sedikit banyak, jelas juga bahwa dasar cerita film ini terinspirasi dari Robocop, dan sayang sekali Future X Cops harus ketinggalan lebih dari 10 tahun dalam menyajikan film sejenis ini. Lebih lucu lagi melihat lengan-lengan robot para tokoh penjahat, lebih mirip mainan plastik daripada besi yang mengerikan. Namun begitu lumayanlah dengan menyaksikan film ini, anda akan kembali melihat seperti apa impian manusia mengenai dunia masa depan yang serba mutakhir, meskipun hanya ditampilkan sementara. Oh ya, ada Ta S di sini.
What should i say about this movie? Oh my God... What's wrong with chinese movies lately? Kenapa begitu banyak film mandarin yang saya rasa gagal, menontonnya pun membuat saya merasa terpaksa. Penampilan Richie Ren di sini sebagai antagonis sangat gagal. Karakternya sebagai orang baik-baik yang dulu saya lihat di Fly Me To Polaris dan Summer Paradise sudah tidak mungkin melihat Richie Ren sebagai orang jahat. Leon Lai berperan dengan baik sebagai kepala polisi yang punya dendam tersimpan pada pembunuh istrinya. Yang gagal menurut saya adalah dari segi ceritanya yang sama sekali tidak menarik, dan terasa tidak jelas dan membosankan. Dan juga terlalu mudah ditebak. Oh man, you can do better, be focus on storyline! Saya lebih prefer melihat Richie Ren kembali menjadi si buta yang meniup terompet daripada film yang satu ini. Namun film ini banyak tertolong oleh kehadiran Vivian Hsu (ah dasar pria!).
Film mandarin tidak jauh-jauh dari adegan kungfu. Kali ini besutan sutradara Yuen Wo Ping. Memang bisa dibilang inilah ciri khas yang membedakan film asia dengan film barat/hollywood. Kalau melihat aksi So Chan (Vincent Zhao) mungkin akan teringat Wong Fei Hung? Si petarung tangguh yang nyaris tak pernah kesakitan meskipun kena pukulan-pukulan telak. Namun sayangnya nasib So Chan tidak begitu baik, meskipun ia seorang pria yang baik. Cerita ini diambil dari novel lama karangan seseorang yang saya masih belum yakin siapa namanya. Kalau boleh saya bilang, cerita ini terlalu tragis, dan eksekusinya kurang baik terutama di akhir cerita. Melihat sang anak yang menangis cengeng di tengah pertarungan sengit dengan para pegulat, mungkin maksudnya sang sutradara supaya para penonton bisa menitikkan air mata. Tapi saya justru merasa sangat terganggu melihatnya, dan adegan anak yang menangisi ayahnya terlalu dipaksakan. Dan cerita-nya terlalu melompat aneh pada menit-menit akhir cerita. So Chan tidak seperti tokoh jagoan di sini, aneh melihat karakter heroik di awal dan menjadi pecundang di akhir cerita. Sungguh membuat geregetan saya sebagai penonton.
Cukup berani tampil beda, di saat film-film mandarin lainnya sibuk dengan kolosal perang jaman dulu, yang menghadirkan laga, justru Confusius tampil beda. Tentu saja mengisahkan sang legenda. Confusius menurut saya seorang yang sangat idealis, berpegang teguh pada prinsipnya sendiri yang diyakininya benar. Namun dalam penilaian pribadi saya, idealisme-nya juga mengakibatkan terjadinya hal-hal yang buruk. Tidak banyak aksi silat di film ini, ga banyak pukul-pukulan. Lebih banyak bicaranya, jadi mesti rajin-rajin putar otak.

Lan Ting, novelis muda sedang mencoba mencari ide untuk buku petualangan terbarunya. Ditengah kebingungannya, ia menerima sebuah telefon dari ayahnya yang tak pernah menghubungi bertahun-tahun. Akhirnya ia memutuskan untuk menulis novel tentang pencaharian harta karun seperti yang disampaikan ayahnya. Novel tersebut ia beri judul The Treasure Hunter (Pencaharian Harta Karun)
‘The Company’, sebuah sindikat mulai mencari peta harta karun tersebut. Mereka merencanakan pembunuhan atas Boss Tu, si pemilik peta. Tenyata, Boss Tu telah menyerahkan peta tersbeut kepada asistennya, Qiaou Fei. Pada saat yang bersamaan, putri tunggal Boss Tu, Ting Ting diculik oleh kelompok lain yang juga mengincar harta karun tersebut
Selama petualangannya berlangsung, Qiaou fei dan temannya, Lan Ting dan seorang arkeolog, Hua Ding Bang, menemui banyak rintangan namun justru membuat mereka bersatu. Mereka dengan berhasil menemukan kerajaan kuno dan sejumlah artifak. Qiaou Fei menghadapi tantangan terbesar saat Desert Eagle mencoba menguji kesetiaannya
Saya tidak salah menduga bahwa ini adalah film yang lebih lama dari biasanya. Film yang berdurasi 2,5 jam ini menceritakan tentang asal usul dari Robin Hood. Darimana dia berasal, dan mengapa bisa muncul seorang Robin Hood. Mengingatkan saya pada film Freddy Krueger terakhir yang juga sekaligus menceritakan tentang darimana Freddy berasal. Mungkin Russell Crowe memang berbakat memerankan tokoh-tokoh yang heroik, termasuk kisah Robinhood kali ini yang mungkin bisa dibilang agak berbeda dari versi lainnya. Robin Hood kali ini lebih heroik namun demikian juga banyak sentuhan komedi di dalamnya untuk membuat film ini tidak terlalu serius dan kaku. Lewat film ini kita akan dibawa lebih ke dalam dan lebih memaknai tentang kehidupan di masa lalu Kerajaan Inggris. Jangan berharap anda akan menyaksikan banyak aksi perampokan yang dilakukan Robin di sini. Karena justru Robin baru akan ditetapkan sebagai buronan, justru pada akhir cerita. Faktanya, Robin hanya melakukan sekali aksi penyergapan dan perampokan di sini.
Who miss Jennifer Aniston? Here you are, The Bounty Hunter yang merupakan drama komedi. Seharusnya ini merupakan film yang bagus, karena konsep dasar dari cerita nya yang cukup menarik, dimana mantan suami memburu mantan istri. Namun sayang sekali karena jalan cerita justru mudah ditebak. Meskipun demikian tidak ada salahnya menyaksikan film ini manakala Jennifer Aniston ada di dalamnya haha... Semoga saya tidak terdengar subjektif, am i? But yes she's sexy! Dan beruntunglah film ini berakhir dengan cara yang tidak saya duga, menambah kesan positif akan film ini, karena berakhir dengan romantis. Yes it is a comedy drama. Not too romantic, that's old school...
Tidak banyak, atau mungkin saya sebutnya, tidak ada film aksi Indonesia sebaik film The Raid ini. Kalaupun ada mungkin itu adalah Merantau yang juga merupakan satu rumah produksi dengan film…
Film ini diperankan oleh Chantavit Dhnasevi yang pernah bermain di film Hello Stranger, bersama Preechaya Pongthananikorn. Ya ampun, susah sekali menulis nama orang Thailand. Film ini punya konsep cerita yang…
Bisa dibilang ini adalah film perdana Daniel Radcliffe dalam peran selain Harry Potter. Film horror ini menawarkan konsep misteri rumah tua, dengan horror seperti film Insidious. Daniel Radcliffe cukup berhasil…
Berawal dari kecintaan terhadap karakter fiksi seorang detektif berjambul bernama Tintin, seorang animator muda asal Indonesia bernama Rini Sugianto sukses menembus kancah perfilman Hollywood. Rini yang saat ini bekerja sebagai animator di perusahaan WETA digital di Selandia Baru, baru-baru ini ikut menggarap film "The Adventures of Tintin."
Yofie Setiawan
May Meitriyana
Shinta Setiawan
Monika Marcia
.
Tidak banyak, atau mungkin saya sebutnya, tidak ada film aksi Indonesia sebaik film The Raid ini. Kalaupun ada mungkin itu adalah Merantau yang juga merupakan satu rumah produksi dengan film ini. The Raid membawa level film Indonesia beberapa tingkat lebih tinggi, dengan standard baru sebuah film aksi yang menampilkan adegan…
Film ini diperankan oleh Chantavit Dhnasevi yang pernah bermain di film Hello Stranger, bersama Preechaya Pongthananikorn. Ya ampun, susah sekali menulis nama orang Thailand. Film ini punya konsep cerita yang tadinya saya pikir menarik, namun ternyata terlalu sederhana setelah saya saksikan film nya. Film dengan plot cerita yang ringan ini…
Bisa dibilang ini adalah film perdana Daniel Radcliffe dalam peran selain Harry Potter. Film horror ini menawarkan konsep misteri rumah tua, dengan horror seperti film Insidious. Daniel Radcliffe cukup berhasil melepaskan bayang-bayang penyihir cilik, dan menjadi ayah dari seorang anak, yang sudah ditinggal oleh ibunya. Entah apa ada yang memperhatikan…
Belakangan ini sedang banyak film yang mana tokoh utamanya tidak heroik alias tidak pada tempat yang seharusnya alias nyasar. Begitu pula John Carter menurut saya yang sebetulnya hanya seorang pria biasa yang tertarik pada emas, namun tanpa sengaja terjebak dalam perjalanan melintasi luar angkasa berpindah ke planet Mars. Film ini…
Bukan, bukan, ini bukan film tentang game yang kamu biasa dengar atau lihat. Film ini seperti film Prancis pada umumnya seputar kejar-kejaran. Yang agak menyebalkan adalah melihat kondisi bahwa tokoh utama justru adalah pria biasa yang tidak berdaya dan tidak berdosa, namun terjebak dalam kondisi yang rumit dan sulit. Film…
Meskipun dibintangi mantan jagoan berbadan biru, Sam Worthington, bukan berarti film ini akan menjadi bagus begitu saja. Man on a Ledge menceritakan perjuangan Nick Cassidy yang berusaha membersihkan dan mengembalikan nama baiknya, karena dijebak dengan tidak terhormat. Film ini disutradarai oleh Asger Leth.
Hugo adalah film adventure drama berdasarkan novel dari Brian Selznick berjudul The Invention of Hugo Cabret, tentang anak yang tinggal sendirian di Paris. Film ini disutradarai oleh Martin Scorsese dan ditulis oleh John Logan. Film ini punya visual yang menarik, namun sayangnya tidak didukung dengan plot cerita yang menarik. Malah…
I shed a tear watching this movie. This Lorax story was written by Dr. Seuss in the late 70's yet he already put so much effort of spreading the words of environmental issues. Now here we are, in the millenium era and nothing gets better. The Lorax is another Dr.…
Ghost Rider adalah antihero berdasarkan komik dari Marvel Comics. Ini adalah sekuel dari film sebelumnya yang dirilis pada tahun 2007, yang masih dibintangi oleh Nicolas Cage yang sedang turun daun. Dan sedihnya sekali lagi Nicolas Cage harus kecewa karena film ini ternyata banyak dinilai buruk. Saya sendiri entah mengapa serasa…
Mungkin sedang musim menodai kerja keras James Bond si agen rahasia, dengan mencelupkan aroma komedi yang kuat pada setiap film yang mengandung agen rahasia. Tom Hardy punya karakter kuat sebagai cowo macho, sementara Chris Pine sebagai cowo tampan rupawan. Dan si target adalah Reese Witherspoon yang berperan sebagai Lauren Scott.…