
Masih ingat salah satu film yang mengangkat tema pasangan yang beda agama? Ya film itu adalah Cin(T)a yang disutradarai oleh Sammaria Simanjuntak pada tahun 2009. Film tersebut mendapatkan begitu banyak respon positif dari para penonton. Kali ini Sammaria Simanjuntak menyutradarai film barunya yang bergenre komedi, Demi Ucok.
"Ini merupakan film komedi. Ceritanya mengenai hubungan antara seorang anak bernama Gloria dan ibunya. Si ibu yang merasa hidupnya divonis tinggal setahun lagi menginginkan Gloria menikah. Sementara hal tersebut sangat bertolak belakang dengan keinginan Gloria," ucap Sammaria.
Tokoh utama, Gloria, diperankan oleh pendatang baru, Geraldine Sianturi, yang dipuji oleh Sammaria sebagai the next Sandra Bullock. Sementara peran si ibu, diperankan oleh ibu dari si sutradara sendiri. Kru dan pemain di film Cin(T)a banyak yang dilibatkan kembali di pembuatan film Demi Ucok, seperti Sunny Soon dan Saira Jihan. Syuting mengambil lokasi di Bandung, Jakarta, dan Singapore.
Campaign dari film Demi Ucok juga terbilang unik dan mengundang banyak orang untuk berpartisipasi, seperti yang bisa dilihat di Facebook Demi Ucok, banyak yang menggambarkan ilustrasi ibu mereka, dan mem-post nya di Facebook Demi Ucok. Kalian juga bisa follow twitternya @demiucokfilm Dan yang menarik lagi kalian bisa isi kuisioner untuk cek kepribadian kalian di demiapa.com
Satu hal yang menarik dari film ini, adalah dibukanya kesempatan untuk kita semua menjadi bagian dari film ini sebagai Executive Producer. Mengapa demikian? Karena tim produksi dari film ini menargetkan agar film ini bisa dimainkan di layar lebar. Dan untuk itu tim membutuhkan biaya sebesar 1 Milyar Rupiah. Wow! Besar sekali? Tapi tidak untuk 10.000 orang yang peduli dan bersedia membantu menyumbangkan Rp 100.000 setiap orangnya untuk tim, agar mereka bisa membawakan film ini ke layar lebar. Dan sebagai tanda terima kasih nya, nama kita bisa masuk dalam credit film ini.
THE MOVIE
SINOPSIS
Glo gak mau jadi seperti maknya: kawin, lupa mimpi, and live boringly ever after. Dia mau ngejar mimpi: bikin pilim.
Mak Gondut yang divonis hidupnya tinggal setahun lagi bertekad mencari ‘Ucok’ agar Glo bisa kawin and live happily ever after.
Pertempuran pun dimulai.
CHARACTERS
Gloria Sinaga
Glo gak mau jadi seperti maknya: get married, forget your dream, and live boringly ever after. Makanya dia ngejar mimpi bikin film. Film pertama Glo sukses. Empat tahun kemudian, dia belum juga bikin film ke dua.
Mak Gondut
Maknya Glo. Dia divonis sakit dan umurnya tinggal setahun. Di sisa waktunya, Mak Gondut bertekad mencari ‘Ucok’, sosok menantu batak idaman agar anaknya bisa kawin dan terjamin live happily ever after. Just like her.
Partner Gloria dalam membuat film. CEO www.transportasiumum.com yang beromset 200juta sebulan tapi masih buka lapak DVD bajakan. Menurutnya DVD is the next film school, and piracy is the biggest blessing for Indonesia.
Acun![]()
Pergi ke ibu kota bermimpi menjadi penyanyi. Sempat main di film pertama Glo, tapi berakhir kerja 9 to 9 di perusahaan multinasional bergaji belasan juta. Seseram-seramnya ibu kota, lebih seram mimpi sendiri.
Catatan Sutradara
Takut atau cinta?
Demi apa kita ngelakuin apapun? Cuma takut atau cinta, gak ada alasan lain.
Gue kerja yang gue gak pengen: Takut.
Gue ngikutin passion gue, bikin film: Cinta.
Gue gak mau kerja sama emak gue: Takut.
Emak gue jadi pemeran utama film gue: Cinta.
Gue gagal: Takut.
Somehow it’s enough: Cinta.
“Bikin film gak cukup pake cinta. Kita harus professional, gak bisa amatiran terus, “ kata Gloria Sinaga, karakter di film ini.
Tapi amatir itu asal katanya dari amour , sayang. Melakukan sesuatu karena cinta.
Gue mau terus jadi filmmaker amatir.
Dengan bangga kami persembahkan sebuah film amatir. Selamat menikmati=D
CAST & CREW
Cast
Geraldine Sianturi sebagai Gloria Sinaga
Cita-cita Geraldine Sianturi (Ain) kecil jadi dokter. Tapi malah sering nyanyi, nari, dan ikut pentas drama. Beranjak dewasa, Ain malah jadi lawyer di LBH, membela rakyat tertindas. Menikah di usia 23 dan diboyong suami ke Singapur, Ain dengan semangat mengerjakan apapun dari jualan properti sampai berdiri sepanjang hari jualan roti. Ain panas luar-dalam setelah nonton “Glee”. Dia kembali berpikir ulang apa yang dia mau: ternyata emang nyanyi, nari dan akting.
Mak Gondut sebagai Mak Gondut
Once upon a time, ketika Mak Gondut kecil, kepengen jadi polisi, karena Bapaknya polisi. Beranjak remaja, pengen jadi pramugari, tapi dilarang ortu. Akhirnya Mak Gondut memilih menikah, and live for others. Mak Gondut super aktif di Rotary Club, HKBP, sampai jadi dosen agama di UPI. Tanpa disadari jaringan Sosial Mak Gondut semakin berkembang di pelosok dunia. Targetnya ke depan pengen bikin rumah retret sederhana di Cimahi.
Saira Jihan sebagai Niki
Dibesarkan di Cirebon, Jihan kecil bercita-cita jadi Dokter. Masa sekolahnya penuh pengalaman, dari Cirebon sampai Tokyo. Tapi Jihan tetap humble dan antusias setiap ada yang nyebut Cirebon dan tahu gejrot. Dia memilih kuliah hukum dan sempat bekerja sebagai legal staff di perusahaan trading internasional. Cita-citanya sekarang: buka restoran Jepang. Tapi, dia mau keliling dunia dulu, jadi pramugari. Alhamdullilah Gratis...
Sunny Soon sebagai Acun
Lahir di Jakarta, Besar di Pontianak, kuliah kembali ke Jakarta. Dari kecil sebenarnya Sunny udah kelihatan suka nyanyi. Tapi nggak ditekuni karena merasa suara pas-pasan. Aktif di majalah sekolah membawanya ke studi desain grafis. Tapi entah kena kutuk apa, mampet ide dan jenuh menghantui. Kutuk atau berkah? Karena Sunny mulai tergelitik lagi untuk nyanyi. Tapi dasar belagu, Maunya bikin lagu sendiri. kalau nyanyiin lagu orang lain takut ngecewain yang nulis.
Crew
Sutradara, Penulis, Produser -
Sammaria Simanjuntak
Sammaria mau masuk ITB. Apa ajalah asal ITB. Dan arsitektur sepertinya jurusan yang paling bisa dia tahankan di ITB. Ternyata arsitektur malah membawanya ke berbagai macam petualangan dengan kamera dan dunia, membuat dia pengen jadi sutradara. Setelah lulus, dia bergabung dengan barisan takut dan bekerja jadi arsitek di Singapura. Untungnya visa kerja Sammaria ditolak, jadi gak ada jalan lain selain bikin film pertamanya: cin(T)a (2009). Hidupnya tak pernah sama lagi.
Cinematographer – Hegar A. Junaedi
Art Director - Rezki Ridha
Sound Designer – Andri Yargana
Editor – Anky Prasetya
Graphic Animation : Erickson Siregar
